Penerapan Simbolisasi Noken dan Rumah Honai pada Disain Bentuk Arsitektur Pusat Budaya Noken Papua di Nabire

Authors

  • yospia auwe Universitas widya mataram
  • Satrio Hasto Broto Wibowo Program Studi Arsitektur, Universitas Widya Mataram
  • Padmana Grady Prabasmara Program Studi Arsitektur, Universitas Widya Mataram

DOI:

https://doi.org/10.37631/pendapa.v6i1.867

Abstract

Noken merupakan kebudayaan asli Indonesia yang berkembang di pulau Papua dengan beragam ciri khasnya masing- masing. Noken Papua tidak sekedar beruwujud tas untuk fungsi wadah, namun lebih dari itu memiliki nilai filsafati tinggi yang mendasari kehidupan masyarakat Papua. Walaupun noken telah ditetapkan oleh UNESCO menjadi warisan budaya dunia tak benda, namun bermunculan beragam permalasalahan yang sangat berpotensi mengaburkan, menghilangkan noken Papua dengan segala makna filsafatinya. Atas dasar itulah diperlukan kehadiran  Pusat budaya noken Papua di Nabire untuk menjaga, pengembangan, pembinaan  dan edukasi terhadap noken Papua di Nabire. Secara arsitektural disain bentuk bangunan Pusat Budaya Papua di Nabire berkonsep simbolisasi terhadap noken anggrek dan rumah honai. Hal tersebut dimaksudkan agar wujud Pusat Budaya Noken Papua di Nabire menjadi simbol yang menyiratkan bahwa di dalamnya terdapat aktivitas pelestarian dan pengembangan noken Papua. Untuk mencapai disain simbolisasi tersebut dipilih metode simbolisasi denotatif. Diharapkan kehadiran bangunan gedung Pusat Budaya Noken Papua di Nabire dengan segala aktivitasnya dapat melestarikan, mengembangkan noken Papua dan mampu memberikan edukasi kepada masyarkat Papua di Nabire tentang noken Papua sebagai karya bangsa dan identitas Nabire.

Kata kunci: Noken;  Papua; konsep simbolisasi; Pusat Budaya Noken

Downloads

Published

2023-03-14