Analisis material dinding yang berpegaruh terhadap tingkat kenyamanan termal bangunan; studi kasus bangunan rumah tinggal desain dari Puslitbang Perumahan dan Permukiman Kementrian Pekerjaan Umum

Authors

  • Nurina Vidya Ayuningtyas Universitas Widya Mataram
  • Jatmika Adi Suryabrata Universitas Gadjah Mada

DOI:

https://doi.org/10.37631/pendapa.v2i1.64

Keywords:

Dinding, Batako, Bata, Kayu, Bata Ringan, Kenyamanan, Termal

Abstract

Latar belakang yang sudah ada mengenai upaya mencapai suhu yang nyaman ini tidak dapat hanya diselesaikan dari sisi sistem mekanikalnya, namun pendekatan arsitektural dari desain konfigurasi selubung bangunannya yang mampu membantu dan memberikan efek nyaman bagi penghuninya. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui tingkat kenyamanan termal atau suhu di dalam ruangan sebuah desain rumah tinggal dengan menerapkan beberapa material dinding yang berbeda-beda sehingga didapatkan nilai perbandingan tingkat kenyamanan termal setiap material dinding yang diaplikasikan. Jenis penelitian ini adalah penelitian dengan menggunakan metode simulasi melalui model komputer (computer model). Berdasar hasil analisis sesuai hasil simulasi yang didapat, maka pemilihan material pada menggunakan batako, bata dan bata ringan secara karakteristik memiliki sifat bahan yang mirip. Hal ini dikarekan karakter “thermal propertiesâ€ketiga bahan ini tidak jauh beda. Berbeda dengan material kayu, berdasar hasil simulai untuk memperoleh Surface Inside Temperature, Mean Radiant Temperature dan Opertaive Temperature mendapat hasil suhu/temperatur paling tinggi.

References

Baftim, D. A. (2006). Pengaruh Rasio Luas Selubung Masif dan Transparan Terhadap Radiasi Matahari Pada Penggunaan Energi Penyejuk Udara Buatan. Yogyakarta: Universitas Gadjah Mada

Bintarti, F., & Istiadji, A. (2011). Pengembangan Standar Material Untuk Selubung Bangunan Dalam Rangka Konservasi Energi Bangunan (Studi Kasus pada Bangunan Pendidikan). PPI Standardisasi, (pp. 35-44). Yogyakarta

BSN. (2000). SNI 03-6389-2011 Konservasi Energi Selubung Bangunan pada Bangunan Gedung. Jakarta.

BSN. (2001). SNI 03-6572- Tata cara perancangan sistem ventilasi dan pengkondisian udara pada bangunan gedung. Jakarta.

Christensen, Jørgen E. (2008). A Method for more specific Simulation of Operative Temperature in Thermal Analysis Programmes. Denmark : Technical University of Denmark;

IFC. (2011). Jakarta Building Energi Efficiency Baseline and Saving Potential Sensitivity Analysis.

ISO EN 7730. 2005. Ergonomics of the thermal environment – Analytical determination and interpretation of thermal comfort using calculation of the PMV and PPD indices and local thermal comfort criteria. Switzerland: International Organization for Standardization.

Lechner, N. (2001). Heating, Cooling, Lighting metode Desain untuk Arsitektur. Jakarta: Rajagrafindo Persada.

Leung, Christ. Dkk (2012). Sleep Thermal Comfort And The Energi Saving Potential Due To Reduced Indoor Operative Temperature During Sleep. China : Department Of Building, Civil And Environmental Engineering, Concordia University, Montreal, Canada.

Downloads

Published

2019-11-14

Issue

Section

Articles