Integrasi Kawasan Candi Plaosan Lor dan Candi Plaosan Kidul dengan Inovasi Desain Streetscape Koridor Komersial

Authors

  • MUHAMMAD RAFFI ANTON PRATAMA Universitas Islam Indonesia, Fakultas Teknik dan Perencanaan, Jurusan Arsitektur, FTSP Kampus Terpadu UII, Jl. Kaliurang No.km.14,4, Krawitan, Umbulmartani, Kec. Ngemplak, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55584
  • Kemal Faruqi Wijiarya Universitas Islam Indonesia, Fakultas Teknik dan Perencanaan, Jurusan Arsitektur, FTSP Kampus Terpadu UII, Jl. Kaliurang No.km.14,4, Krawitan, Umbulmartani, Kec. Ngemplak, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55584
  • Arif Budi Sholihah Universitas Islam Indonesia, Fakultas Teknik dan Perencanaan, Jurusan Arsitektur, FTSP Kampus Terpadu UII, Jl. Kaliurang No.km.14,4, Krawitan, Umbulmartani, Kec. Ngemplak, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55584
  • Ina Fildzah Hanifah Mahasiswa Magister Arsitektur Lanskap, Sekolah Arsitektur Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan, Institut Teknologi Bandung, Jl. Ganesa No. 10, Bandung, Jawa Barat, 40132.

DOI:

https://doi.org/10.37631/pendapa.v6i2.538

Keywords:

Placemaking Koridor komersial Candi Plaosan Desain streetscape

Abstract

Kawasan wisata Candi Plaosan memiliki koridor area komersial yang terbangun secara organik oleh masyarakat setempat. Candi Plaosan memiliki keunikan karena terpisah menjadi dua kompleks, Candi Plaosan Lor dan Candi Plaosan Kidul. Koridor area komersial wisata Candi Plaosan memiliki potensi untuk mengintegrasikan dua kompleks Candi Plaosan yang terpisah sebagai koridor penghubung antara dua kompleks candi tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk secara kritis mengkaji koridor area komersial jalan diantara Candi Plaosan Lor dan Kidul serta mengkaji inovasi streetscape yang dapat diterapkan pada koridor area komersial tersebut sehingga berdampak pada citra visual dan sosial ekonomi kawasan wisata Candi Plaosan. Peneliti menggunakan metode kualitatif melalui observasi lapangan, pemetaan fisik dan wawancara. Temuan penelitian menunjukkan adanya pemanfaatan koridor komersial yang mampu berimplikasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat namun demikian perlu adanya penataan yang memadai sehingga terintegrasi dengan Kawasan cagar budaya dan tidak merusak situs. Rekomendasi berupa inovasi streetscape di koridor tersebut terutama melalui lima aspek, yaitu feasibility, accessibility, safety, comfort, serta pleasure ability. 

Author Biographies

MUHAMMAD RAFFI ANTON PRATAMA, Universitas Islam Indonesia, Fakultas Teknik dan Perencanaan, Jurusan Arsitektur, FTSP Kampus Terpadu UII, Jl. Kaliurang No.km.14,4, Krawitan, Umbulmartani, Kec. Ngemplak, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55584

S1, Arsitektur

Kemal Faruqi Wijiarya, Universitas Islam Indonesia, Fakultas Teknik dan Perencanaan, Jurusan Arsitektur, FTSP Kampus Terpadu UII, Jl. Kaliurang No.km.14,4, Krawitan, Umbulmartani, Kec. Ngemplak, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55584

S1, Arsitektur

Arif Budi Sholihah, Universitas Islam Indonesia, Fakultas Teknik dan Perencanaan, Jurusan Arsitektur, FTSP Kampus Terpadu UII, Jl. Kaliurang No.km.14,4, Krawitan, Umbulmartani, Kec. Ngemplak, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55584

S.T., M.Sc., Ph.D., Dosen, Jurusan Arsitektur, Universitas Islam Indonesia

Ina Fildzah Hanifah, Mahasiswa Magister Arsitektur Lanskap, Sekolah Arsitektur Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan, Institut Teknologi Bandung, Jl. Ganesa No. 10, Bandung, Jawa Barat, 40132.

S1, S2, Arsitektur

References

Alfonzo, M. A. (2005). To walk or not to walk? The hierarchy of walking needs. Environment and Behavior, 37(6), 808–836. https://doi.org/10.1177/0013916504274016

Andranovich, G. D. and R. G. (1993). Doing urban research (Vol. 33). sage.

Charlwood, C. (2004). Torbay Streetscape Guidelines. Torbay Council, Torques, 11–13.

Crankshaw, N. (2012). Creating vibrant public spaces: streetscape design in commercial and historic districts. Island press.

Creswell, J. W. (2009). Research design : qualitative, quantitative, and mixed methods approaches. Sage.

Darmawan, E. and S. S. R. (2005). pace Parttern of The Street Corridor (Case Study: S. Parman Street, Semarang, Central Java, Indonesia). International Journal on Architectural Science, 6, 70–81.

Gibbs, K. and S. S. J. and N. L. and B. D. and C. F. J. (2012). Income disparities in street features that encourage walking. Bridging the Gap Program.

Groat, L. and W. D. (2002). Qualitative research. Architectural Research Methods, 173–202.

Mohamed, A. M. R. M., Samarghandi, S., Samir, H., & Mohammed, M. F. M. (2020). The role of placemaking approach in revitalising AL-ULA heritage site: Linkage and access as key factors. International Journal of Sustainable Development and Planning, 15(6), 921–926. https://doi.org/10.18280/ijsdp.150616

Pradharma, B. F., Alnindya, D. T., Pourine, B. A. M., Ekomadyo, A. S., & Susanto, V. (2021). Street Experience Jalan Braga : Memahami Pemenuhan Kebutuhan Pejalan Kaki melalui Media Google Street View. Jurnal Arsitektur ZONASI, 4(1), 46–61. https://doi.org/10.17509/jaz.v4i1.29920

Prayogo, E. (2019). MANAJEMEN LANSKAP BUDAYA DAN PERLINDUNGAN LINGKUNGAN DI CANDI PLAOSAN.

Prabasmara, P. G., & Subroto, T. Y. W. (2018). Konsep livabilitas sebagai dasar optimalisasi ruang publik Studi kasus: Solo City Walk, Jalan Slamet Riyadi, Surakarta. JURNAL ARSITEKTUR PENDAPA, 1(2), 13-22.

Preambudi, A. (2020). Tipologi Potensi Kepariwisataan Desa Sekitar Candi Borobudur. JURNAL ARSITEKTUR PENDAPA, 3(1), 13-17.

Rahardjo, S. (2013). BEBERAPA PERMASALAHAN PELESTARIAN KAWASAN CAGAR BUDAYA DAN STRATEGI SOLUSINYA.

Rehan, R. M. (2013). Sustainable streetscape as an effective tool in sustainable urban design. HBRC Journal, 9(2), 173–186. https://doi.org/10.1016/j.hbrcj.2013.03.001

Sakinah, R., Kusuma, H. E., Tampubolon, A. C., & Prakarso, B. (2018). Kriteria Jalur Pedestrian di Indonesia. Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia, 7(2), 81–85. https://doi.org/10.32315/jlbi.7.2.81

Verbeek, T., Boussauw, K., & Pisman, A. (2014). Presence and trends of linear sprawl: Explaining ribbon development in the north of Belgium. Landscape and Urban Planning, 128, 48–59. https://doi.org/10.1016/j.landurbplan.2014.04.022

Downloads

Published

2023-12-07