Hubungan material dan bentuk ume kbubu (rumah masyarakat Fatumnasi)
DOI:
https://doi.org/10.37631/pendapa.v4i2.466Keywords:
Material alami, Bentuk arsitektur, Ume KbubuAbstract
Bentuk sebuah arsitektur tradisional merupakan ekspresi dari budaya yang berpadu dengan kearifan lokal masyarakat di suatu tempat serta dipengaruhi oleh ketersediaan material alam yang ada disekitarnya. Bagi masyarakat Fatumnasi, umek bubu merupakan rumah tempat berteduh, menyimpan bahan makanan, dan tempat memulai kehidupan (bersalin dan merawat wanita pasca melahirkan). Bangunan ini dibangun dengan material alam sekitar yang memiliki karakter fleksibel, kuat, ringan namun tetap mudah dibentuk menjadi dinamis dan dapat merespon perubahan iklim yang terjadi. Motede yang digunakan adalah deskriptif kualitatif untuk mendiskripsikan secara kualitatif hubungan antara material dan bentuk. Jenis material dan karakteristiknya dijelaskan secara detail sesuai fungsinya dalam membentuk elemen konstuksi pada bangunan tersebut. Objek yang dikaji adalah ume kbubu milik narasumber yangditentukan menggunakan teknik purposive sampling. Data diperoleh melalui pengamatan langsung, dokumentasi dan wawancara. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa material yang digunakan untuk konstruksi ume kbubu memiliki keterkaitan dengan bentuknya yang kerucut. Karakter material yang  fleksibel, kuat, ringan dan  mudah dibentuk  menghasilkan bentukume kbubu yang dinamis danrespon terhadap kondisi iklim yang adaReferences
Affrilyno, Nindyo. (2020). Rumah Panjang: Nilai Edukasi Dan Sosial Dalam Sebuah Bangunan Vernakular Suku Dayak Di Kalimantan Barat. Jurnal Arsitektur Pendapa , 1-12.
Ching, F. D. (2007). Architecture: Form, Space, and Order. New Jersey: John Wiley & Sons, Inc.
Faharuddin, U. (2016). Bentuk Menara Phinisi UNM Makasar Terhadap Gerakan Angun dan Aliran Udara Pada Lingkungan. Jurnal Arsitektur dan Permukiman (LOSARI) , 35-38.
Ismoyo, Wibowo . (2020). Fenomena Penggunaan Kayu pada Rumah Tradisional di Tepus, Gunungkidul, D.I Yogyakarta. Jurnal Arsitektur Pendapa , 11-24.
Lakapu, L. (2019). Eksplorasi Etnomatematika dalam Konstruksi Lopo dan Ume Kbubu. Seminar Nasional Vista 1 (hal. 67-76). Kupang: Program Studi Teknik Arsitektur.
Lakapu, Lapenangga. (2019). Eksplorasi Etnomatematika Dalam Konstruksi Lopo dan Ume Kbubu. Seminar Nasional Vista 1 (hal. 67-76). Kupang: Program Studi Teknik Arsitektur.
Lapenagga, et all. (2020). Sustainable Architecture: The Lessons From Ume Kbubu, the Traditional House of Fatumnasi Community. Arteks , 469-478.
Lapenangga, et all. (2020). Matematika dalam Arsitektur: Konsep Susunan Bilangan Real dalam Konstruksi Atap Lopo di Benteng None. Atrium , 11-22.
Lapenangga, Taneo. (2019). Karakteristik Rumah Masyarakat Merbaun Sebagai Perwujudan Arsitektur Berkelanjutan. Seminar Nasional Vista 1 (hal. 93-101). Kupang: Program Studi Teknik Arsitektur.
Maemunah, S. (2015). Mollo, Pembangunan dan Perubahan Iklim. Jakarta: Kompas.
Maulana, Nindyo. (2020). Kosmologi Rumah Betang (Ompuk Domuk) Dayak Dosan Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat. Jurnal Arsitektur Pendapa , 18-33.
Pradipto, Marcillia. (2019). Ekspresi Bangunan Sebagai Perwujudan Kepercayaan dan Kearifan Lokal Pada Bangunan Tradisional Nusantara. Tesa Arsitektur , 127-133.
Pradipto, Tristanto. (2021). Ketahanan sistem struktur bangunan terhadap angin studi kasus : Mbaru Niang di Desa Wae Rebo, Kabupaten Manggarai, NTT. Jurnal Arsitektur Pendapa , 1-7.
Sulistiani, et all. (2018). Konservasi Nilai-Nilai Kearifan Lokal pada Pola Tata Ruang ‘Huma Hai’ Djaga Bahen Studi Kasus: Huma hai djaga bahen di desa bahu palawa, Kalimantan Tengah. Tesa Arsitektur , 62-72.
Susanto, et all. (2015). Analisis Kecepatan Aliran Udara Pada Gedung Bertingkat Karena Pengaruh Penghalang Di Depannya. Kadikma , 75-82.
Trumansyahjaya, Tatura. (2018). Studi Proses Tradisi Membangun Rumah Tinggal Gorontalo Terhadap Kebudayaan Gorontalo. Tesa Arsitektur , 84-93.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Authors retain copyright and grant the Pendapa Architecture Journal  right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License (CC BY-SA 4.0) that allows others to share (copy and redistribute the material in any medium or format) and adapt (remix, transform, and build upon the material) the work for any purpose, even commercially with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in JELE (Journal of English Language and Education). Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in JELE (Journal of English Language and Education)
Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).
Â






