Ketahanan sistem struktur bangunan terhadap angin studi kasus : Mbaru Niang di Desa Wae Rebo, Kabupaten Manggarai, NTT
DOI:
https://doi.org/10.37631/pendapa.v4i1.276Keywords:
Sistem Struktur, Wae Rebo, Mbaru Niang, AnginAbstract
Wae Rebo merupakan salah satu desa di Kabupaten Manggarai yang berada di ketinggian 1200 mdpl. Desa ini memiliki bangunan tradisional berbentuk kerucut dengan ketinggian lima belas meter yang dinamakan mbaru niang. Letaknya yang berada di ketinggian akan berpengaruh pada bangunan terhadap angin dimana semakin tinggi suatu tempat maka semakin besar kecepatan anginnya. Namun hingga saat ini mbaru niang masih berdiri dengan fungsi yang sama sebagai tempat tinggal sejak puluhan tahun. Keterbatasan teknologi saat itu membuat masyarakat Wae Rebo menggunakkan teknologi yang sederhana dalam membangun mbaru niang. Hal ini menjadikan bahasan yang menarik untuk diteliti, dimana tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana ketahanan sistem struktur rumah tradisional mbaru niang yang dibangun oleh masyarakat Wae Rebo terhadap angin. Dan kondisi tersebut menjadikan masalah terhadap konstruksi bangunan yang berada di ketinggian. Metode yang digunakan pada penelitian ini bersifat kualitatif rasionalistik dengan memperoleh data studi literatur dari berbagai jurnal, selain itu juga peneliti melakukan wawancara guna mencocokan data. Hasil dari penelitian ini ditemukan penggunaan sistem struktur bangunan di mbaru niang terhadap angin dapat dikatakan tepat guna, dimana bangunan ini juga memiliki struktur yang terpisah didalamnya. Serta adanya sistem struktur sendi dan jepit sehingga dapat meminimalkan goyangan dari terpaan angin, sistem tersebut diperkuat lagi dengan dengan teknik kunci dari sistem ikat yang membuat setiap sambungan lebih fleksibel.
References
AY, Nur Ikhsan. (2020). Studi Karakteristik Mekanik Kawat Bronjong Untuk Menahan Sedimen. Jurnal Teknik Sipil MACCA, 5(3), 201-209.
Beeh, Y. Y. (2017). The role of community in the development of Wae Rebo as a community-based tourism destination in East Nusa Tenggara. Journal of Business on Hospitality and Tourism, 3(1), 55-79.
Damayanti, D. P., & Suprijanto, I. (2012). Penguasaan Teknologi Struktur dan Konstruksi Bangunan Tradisional Manggarai sebagai Kunci Keberhasilan dalam Upaya Pelestarian. Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia, 1(1), 75-85
Faoji, a., & Sambowo, k. A. (2018). Perbandingan tumpuan jepit dan sendi pada struktur power house ditinjau dari segi efisiensi material dan biaya (studi kasus proyek pltmg seram peaker). Jurnal infrastruktur, 4(2), 119-126.
Fardheny, A. F. (2016). Simulasi Pembebanan Gaya Angin pada Baliho Berdasarkan Kode Pembebanan Peraturan Muatan Indonesia dan British Standard BS6399. INFO-TEKNIK, 8(2), 87-92.
Frick, I. H. (2014). Konstruksi Arsitektur 7 ilmu konstruksi bangunan bambu, Pengantar Konstruksi Bambu (Vol. 7). Kanisius.
Keling, Gendro. 2016. Kearifan Budaya Masyarakat Kampung Tradisional Wae Rebo, Manggarai, Nusa Tenggara Timur. Jurnal Penelitian Sejarah dan Nilai Tradisional, 23(1).
Lanur, V. S., & Martini, E. (2015). Pengembangan Desa Wisata Wae Rebo Berdasarkan Kearifan Lokal. Planesa, 6(2), 60-66.
Rinaldi, Z., Purwantiasning, A. W., & Nur’aini, R. D. (2015). Analisa Konstruksi Tahan Gempa Rumah Tradisional Suku Besemah di Kota Pagaralam Sumatera Selatan. Prosiding Semnastek.
Roosandriantini, Josephine. (2018) Terapan Trilogi Vitruvius Dalam Arsitektur Nusantara. Jurnal Arsitektur EMARA, 4(2), 77-84.
Rostiyati, Ani. (2013). Tipologi Rumah Tradisional Kampung Wana di Lampung Timur. Jurnal Patanjala, 5(3),460.
Santoso, V. G., & Anandhita, G. (2020). Pemanfaatan Botol Plastik untuk Sambungan Ikat pada Konstruksi Bambu. IPLBI, 64-71.
Sarmita, I. M. (2015). HUMAN RESOURCES DEVELOPMENT PLANNING (LABOR) INDONESIA. Media Komunikasi Geografi, 16(2).
Schroder, Stephane. (2015). Durability of Bamboo.
Sentra Edukasi. 2020. Mengenal Cuaca Angin. Sentra Edukasi Media, Yogyakarta.
Sholehudin, Asrori. (2019). Bahaya angin lesus. Loka Aksara,Tangerang.
Susanto, J., Dafik, D., & Fatahillah, a. (2015). Analisis kecepatan aliran udara pada gedung bertingkat karena pengaruh penghalang di depannya. Kadikma, 6(2).
Downloads
Issue
Section
License
Authors retain copyright and grant the Pendapa Architecture Journal  right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License (CC BY-SA 4.0) that allows others to share (copy and redistribute the material in any medium or format) and adapt (remix, transform, and build upon the material) the work for any purpose, even commercially with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in JELE (Journal of English Language and Education). Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in JELE (Journal of English Language and Education)
Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).
Â






