Identifikasi pada Rumah Bangsawan Kraton Yogyakarta, Studi Kasus : Sarana, Prasarana dan Utilitas di Kompleks Dalem Benawan
DOI:
https://doi.org/10.37631/pendapa.v3i2.165Keywords:
Dalem Benawan, Perumahan, Layak huni, KOTAKUAbstract
Dalam konsep kewilayahan Kraton Yogyakarta, Dalem Benawan merupakan salah satu bentuk perumahan milik Kraton yang ditempati oleh putra-putri Sri Sultan. Dalam perkembangannya di dalam kompleks Dalem Benawan selain ditempati oleh putra-putri Sri Sultan juga ditinggali oleh penghuni diluar garis keturunan Raja. Keberadaaan sebagian rumah di kompleks Dalem Benawan dengan penghuni “orang kebanyakan†tersebut sebagai upaya pihak Kraton untuk mengatasi masalah kebutuhan rumah bagi sebagian masyarakat di kota Yogyakarta. Permasalahannya yaitu sejauh mana kondisi sarana, prasarana dan utilitas di kompleks Dalem Benawan yang dikatakan sebagai perumahan di kawasan perkotaan memenuhi amanat undang-undang yaitu sebagai perumahan yang layak huni. Untuk itu diperlukan identifikasi yang terkait dengan program pemerintah menuju kota layak huni dengan konsep KOTAKU (Kota Tanpa Kumuh). Program tersebut memiliki 8 indikator utama untuk mengetahui kondisi kompleks Dalem Benawan dalam upaya menuju perumahan layak huni. Diidentifikasi dengan metode kualitatif deskriptif dari aspek arsitektural antara lain seperti kecukupan luasan rumah terhadap penghuni, kondisi bangunan, ketersediaan MCK, jalan lingkungan dan sebagainya. Dengan hasil identifikasi tersebut dapat diketahui kelayakan huni perumahan Dalem Benawan sekaligus sebagai landasan peremajaan lingkungan perumahan.
References
Anselm Strauss & Juliet Corbin, 2009, Dasar-dasar Penelitian Kualitatif, Tata Langkah dan Teknik-teknik Teorisasi Data, Pustaka Pelajar, Yogyakarta.
Ashadi, 2017, Keraton Jawa, Arsitektur UMJ Press, Jakarta.
Aurihan, 1994, Himpunan Kebijaksanaan Perumahan dan Permukiman, Medisa, Jakarta
Noeng Muhadjir, 2002, Metodologi Penelitian Kualitatif Edisi II, Rake Sarasin, Yogyakarta.
Knaap, G. (1999). Cephas, Yogyakarta: Photography in the service of the Sultan. Leiden: KITLV Press.
Mildawani, I. (1999). Kajian Sistem Penataan Lansekap Halaman Dalem Pangeran: Studi Kasus di Yogyakarta. Universitas Gadjah Mada
Retnaningtiyas, W. (2017). Rekonstruksi Arsitektur Kompleks Kadipaten di Kampung Panembahan, Kecamatan Kraton, Yogyakartaâ€. Skripsi Sarjana,. Universitas Gadjah Mada.
Widyatsari, S. (2002). Tata Ruang Rumah Bangsawan Yogyakarta. DIMENSI TEKNIK ARSITEKTUR, 30(2), 122–132.
https://kppip.go.id, PP. No 14 tahun 2016 tentang penyelenggaraan Perumahan dan Kawasan Permukiman.
https://peraturan.bpk.go.id, PERPRES. No.2 tahun 2015 tentang RJPMN 2015-2019
https://ppdpp.id/data-backlog/ , Kemen PUPR dalam backlog perumahan tahun 2015
https://m.hukumonline.com, Instruksi Presiden Nomor 5 tahun 1990 tentang Peremajaan Permukiman Kumuh.
https://www.bphn.go.id , Undang-undang No. 4 tahun 1992 tentang Perumahan dan Permukiman
https://www.bphn.go.id , Undang-undang No. 1 tahun 2011 tentang Perumahan dan Kawasan Permukiman
https://jdih.pu.go.id , Permen PUPR No. 15 tahun 2015 tentang Direktorat Pengembangan Kawasan Permukiman
https://kebudayaan.kemdikbud.go.id, Dalem Benawan, Balai Pelestarian Cagar Budaya Yogyakarta
https://jdih.kemsos.go.id , Permensos No. 20 tahun 2017 tentang rehabilitasi Sosial Rumah Tidak Layak Huni dan Sarana Prasarana Lingkungan.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Authors retain copyright and grant the Pendapa Architecture Journal  right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License (CC BY-SA 4.0) that allows others to share (copy and redistribute the material in any medium or format) and adapt (remix, transform, and build upon the material) the work for any purpose, even commercially with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in JELE (Journal of English Language and Education). Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in JELE (Journal of English Language and Education)
Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).
Â






