Fenomena Penggunaan Kayu pada Rumah Tradisional di Tepus, Gunungkidul, D.I Yogyakarta
DOI:
https://doi.org/10.37631/pendapa.v3i2.163Keywords:
nilai lokal, penggunaan kayu, rumah tradisional, Tepus, fenomenologiAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menggali konsep dan nilai-nilai lokal tentang fenomena penggunaan kayu pada rumah-rumah tradisional di Tepus, Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah fenomenologi. Dalam prosesnya, peneliti terlibat langsung di lapangan untuk mengenali, menggali, dan mengumpulkan informasi sebanyak mungkin dari objek maupun sumber-sumber informasi di lapangan, sehingga ditemukan tema-tema. Tema-tema tersebut kemudian dianalisis kedalam kategori-kategori sehingga dapat dikenali pola-pola umumnya untuk diintepretasikan dalam suatu konseptualisasi melalui generalisasi untuk memperoleh tujuan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fenomena tentang penggunaan kayu pada rumah tradisional di Tepus dipengaruhi oleh nilai-nilai ekonomis, pengetahuan lokal, dan religi.References
Anisa. (2010). Aplikasi Paradigma Naturalistik Fenomenologi dalam Penelitian Arsitektur. Jurnal NALARS, Volume 9 Nomor 1 Januari 2010: 73-82. Diambil dari https://jurnal.umj.ac.id/index.php/nalars/article/download/608/568
Badan Perencanaan Pembangunan Daerah. (2012). Sistem Informasi Profil Daerah Kabupaten Gunungkidul Tahun 2012: 27-28
Badan Pusat Statistik Kabupaten Gunungkidul. (2019). Gunung Kidul dalam Angka. Gunungkidul Regency in Figures 2019. Cetakan II, September 2019
Creswell, John W. (2013). (terj) Penelitian Kualitatif dan Desain Riset. Yogyakarta: Pustaka Pelajar
Gunawan, Undi. (2013). Fenomenologi Arsitektur; Konsep, Sejarah dan Gagasannya, Jurnal NALARs Volume 12 No 1 Januari 2013. Diambil dari https://jurnal.umj.ac.id/index.php/nalars/article/download/569/532
Haripoza, Okki Dwi. (2016). Identifikasi Perubahan Arsitektur Rumah Tradisional, Studi Kasus Permukiman Desa Kurau, Aliran Sungai Desa Kurau di Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Bangka Belitung, Tesis Program Studi Magister Arsitektur Program Pascasarjana Universitas Atma Jaya, Yogyakarta. Diambil dari http://e-journal.uajy.ac.id/11078/1/0MTA01927.pdf
Mixdam, Candra Bagus Sultan. (2017). Sosialisasi Adat Rasulan di Kalangan Anak-Anak pada Era Modernisasi di Daerah Playen, Gunungkidul. Jurnal Analisa Sosiologi, April 2017, 6(1): 33-41. Diambil dari https://jurnal.uns.ac.id/jas/article/view/18100
Salura, Purnama. (2001). Ber-Arsitektur: Membuat, Menggunakan, Mengalami, Dan Memahami Arstektur. Bandung: Architecture & Communication
Sardjono, Agus Budi dan Nugroho, Satrio. (2015). Keragaman Perubahan pada Rumah Tradisional Jawa di Pedesaan, Jurnal. Modul Volume 15 Nomer 2 Tahun 2015: 142. Diambil dari https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/10773
Subroto, Tarcicius Yoyok Wahyu. (2019). Koeksistensi Alam dan Budaya dalam Arsitektur, Natural Coexsistency and Culture in Architecture, ARTEKS : Jurnal Teknik Arsitektur, Volume. 3, Nomor 2, Juni 2019. Diambil dari https://journal.unwira.ac.id/index.php/ARTEKS/article/download/60/41
https://journal.unwira.ac.id/index.php/ARTEKS/article/download/60/41
Wibowo, J., Murniatmo, Gatut, dan Sukirman. (1998). Arsitektur tradisional Daerah Istimewa Yogyakarta. Direktorat Sejarah dan Nilai Tradisional, Jakarta. Diambil dari http://repositori.kemdikbud.go.id/id/eprint/8237
Wibowo, Satrio Hasto Broto. (2013). Arsitektur Omah Bunder di Desa Purwodadi, Kecamatan Tepus, Kabupaten Gunungkidul. Thesis. Universitas Gadjah Mada
Downloads
Published
Issue
Section
License
Authors retain copyright and grant the Pendapa Architecture Journal  right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License (CC BY-SA 4.0) that allows others to share (copy and redistribute the material in any medium or format) and adapt (remix, transform, and build upon the material) the work for any purpose, even commercially with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in JELE (Journal of English Language and Education). Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in JELE (Journal of English Language and Education)
Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).
Â






