Pendekatan arsitektur bambu yang ramah lingkungan untuk pengurangan jejak karbon di Bali
DOI:
https://doi.org/10.37631/pendapa.v8i1.1378Abstract
Dunia konstruksi telah mengambil peran yang sangat besar dalam menyumbang hasil emisi karbon ke dunia. Penggunaan material yang tidak berkelanjutan serta tidak ramah lingkungan yang tiada hentinya menyebabkan emisi karbon setiap tahunnya meningkat dan tidak ada perubahan yang signifikan. Konsep green building dan juga green material menjadi salah satu topik yang harus lebih diperhatikan untuk kedepannya. Material bambu menjadi salah satu material yang dianggap lebih dari mampu untuk memenuhi kebutuhan aktivitas manusia, namun tetap menjunjung tinggi keselamatan dan kebaikan lingkungan sekitar. Keberagaman fungsi yang dimiliki bambu menjadikannya potensi sumber daya yang sangat berharga baik itu dari segi ketahanan, aksesibilitas, harga, karakteristik, dan kemampuan untuk menyerap emisi karbon yang ada di udara. Oleh karena itu, pentingnya untuk mulai beralih menggunakan bambu sebagai salah satu material utama dalam industri konstruksi pembangunan. Dengan memulai hal ini secepatnya, akan segera berdampak pada pengurangan efek global warming serta menyelamatkan beberapa generasi yang akan datang.
Downloads
Published
Issue
Section
License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors retain copyright and grant the Pendapa Architecture Journal  right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License (CC BY-SA 4.0) that allows others to share (copy and redistribute the material in any medium or format) and adapt (remix, transform, and build upon the material) the work for any purpose, even commercially with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in JELE (Journal of English Language and Education). Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in JELE (Journal of English Language and Education)
Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).
Â






