Evaluasi kerentanan rumah dengan Rapid Visual Screening (RVS) upaya mitigasi bencana gempa bumi di Kampung Badran Yogyakarta
DOI:
https://doi.org/10.37631/pendapa.v7i2.1338Abstract
Hasil kajian Indeks Risiko Bencana Indonesia (IRBI) BPBD DIY tahun 2021 disebutkan bahwa Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) merupakan daerah yang memiliki tingkat risiko tinggi terhadap berbagai ancaman bencana seperti gempa bumi (http://bpbd.jogjaprov.go.id). Gempa DI.Yogyakarta mengakibatkan korban jiwa lebih dari 6 ribu orang, 120 ribuan bangunan hancur, dengan potensi kerugian ekonomi mencapai lebih dari 8 trilyun rupiah (Gempa bumi Yogyakarta 2006).
Gempa bumi yang terjadi di beberapa wilayah Indonesia mengingatkan akan pentingnya mengetahui langkah yang tepat saat bencana terjadi. Agar selamat dari bencana ini, yang terpenting adalah memiliki pengetahuan dan keterampilan sebelum bencana terjadi, saat harus melaksanakan evakuasi mandiri dan setelah kejadian bencana. Perlu dipahami akan pentingnya mitigasi bencana, khususnya bencana gempa bumi. Mitigasi bencana gempa bumi terbagi menjadi tiga, yaitu sebelum bencana terjadi, saat bencana terjadi, dan sesudah bencana terjadi. Banyaknya korban pada bencana gempa bumi umumnya dikarenakan oleh terkena reruntuhan bangunan, perabotan, terjadinya kebakaran, dan longsor akibat gempa. Beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum terjadinya bencana adalah memastikan bahwa sejauh mana kerentanan bangunan terhindar dari bencana gempa bumi. Apabila kerentanan bangunan dirasa kurang aman, penting untuk melakukan renovasi kondisi bangunan. Untuk mengetahui kondisi rumah tinggal diperlukan evaluasi terhadap kerentanan bangunan agar terhindar dari bahaya gempa bumi. Salah satu cara evaluasi kerentanan bangunan yaitu menggunakan metode Rapid Visual screening (RVS) yang merupakan metode monitoring secara cepat berdasarkan Federal Emergency Management Agency (FEMA P-154,2015) untuk mendata dan menganalisis suatu bangunan secara visual yang berpeluang terhadap bahaya gempa bumi (Sri Agustin, dkk, 2020). Hasil penelitian ini diharapkan sebagai langkah mitigasi bencana gempa bumi yaitu menghasilkan rekomendasi kepada masyarakat dan pihak lain terkait tindakan lanjutan yang harus dilakukan terhadap bangunan yang telah dievaluasi.
Downloads
Published
Issue
Section
License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors retain copyright and grant the Pendapa Architecture Journal  right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License (CC BY-SA 4.0) that allows others to share (copy and redistribute the material in any medium or format) and adapt (remix, transform, and build upon the material) the work for any purpose, even commercially with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in JELE (Journal of English Language and Education). Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in JELE (Journal of English Language and Education)
Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).
Â






