Teori Bigness S,M,L,XL pada Arsitektur Monumental Kota (Kasus: Paris, Dubai, dan Singapura)
DOI:
https://doi.org/10.37631/pendapa.v3i1.106Keywords:
Bigness, Koolhaas, Kota GlobalAbstract
Sejarah perkembangan modernisme dalam arsitektur maupun urbanisme telah meninggalkan legasi berupa penekanan fungsional terhadap perancangan kota. Tipologi bangunan tinggi muncul karena perkembangan kebutuhan manusia sejak masa Chicago School hingga kini melanda kota-kota besar di seluruh dunia. Selain bangunan tinggi, skala bangunan atau kawasan yang didesain oleh para arsitek kerap kali sangat monumental hingga dapat dikatakan sebagai sesuatu yang terlepas dari konteks lingkungan sekitarnya. Rem Koolhaas menuangkan pikirannya mengenai keadaan deksriptif kota-kota saat ini ke dalam konsep yang diberi nama Bigness atau kemegahan. Bigness membicarakan bagaimana pengaruh skala bangunan terhadap konteks dari para arsitek dalam perancangan kota atau kawasan. Megaprojek maupun megabuilding menjadi fenomena kota di dunia dengan perwujudan bentuk beragam dalam variasinya karena menekankan kualitas sculptural. Koolhaas menggarisbawahi bahwa Generic City adalah kota tanpa identitas yang menjadi konsekusensi dari arus globalisasi, khususnya dalam arsitektur. Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami bagaimana konsep bigness diaplikasikan pada kota-kota global. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan content analysis. Kasus yang diambil untuk makalah ini adalah kota Paris, Dubai, dan Singapura. Hasil pembahasan adalah adanya pengembangan kota dari tabula rasa atau clean state terhadap Singapura dan Dubai. Baik dari Paris, Dubai,dan Singapura memiliki kesamaan tataruang , yaitu adanya cluster tematik di mana desain berasal dari sayembara maupun starchitect.References
Ellie, Nan.1996. Postmodern Urbanism. New York: Princeton Architectural Press
Fox, Daniel. 2008. Rem Koolhaas : An Architecture of Innovation. Volume 16-2008 Paper 8
Glaeser, L.Edward. 2011.Triumph of the city.Macmillan.
Hajer, Maarten. 1999. The Generic City. Theory, Culture&Society 1999. Vol 16 (4)
Ikhwanuddin, 2005. Menggali Pemikiran Posmodernisme dalam Arsitektur. Yogyakarta : Gadjah Mada University Press
Kelbaugh, Douglas.2008.Writing Urbanism. London and New York : Routledge
Koolhaas, Rem. 1995. S, M, L , XL. New York : The Monacelli Press
Robert, Nick.2011. La Défense: From Axial Hierarchy to Field Condition, modul perkuliahan dapat diakses di http://www.aplusu.org/files/small-book-110627-small.pdf
Taschen,(2006).Architectural Theory from the Renaissance to the present..Taschen
Yaari, Monique.2008. Rethinking the French City: Architecture, Dwelling, and Display After 1968.
Yu, Shing Ming. 2000. “White†Site Valuation: A Real Options Approach. Fifth Annual Asian Real Estate Society (AsRES) conference
http://www.grand-paris.jll.fr/grand-paris-project/id/31
http://www.telegraph.co.uk/news/worldnews/europe/france/ 4980639/Grand-Paris-Architects-reveal-plans-to-transform- French-capital.html
http://www.jonesday.com/files/Publication/b579ff2c-0e2d-4 069-a3fe-bb4628233fcf/Presentation/PublicationAttachment
/27dc3502-2f37-4117-8f95-c8b0ad3ea4c1/UAE%20free%2 0zones.pdf
https://www.ura.gov.sg/uol/land-sales.aspx?p1=find-gls-site &p2=ura-sale-sites
Downloads
Published
Issue
Section
License
Authors retain copyright and grant the Pendapa Architecture Journal  right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License (CC BY-SA 4.0) that allows others to share (copy and redistribute the material in any medium or format) and adapt (remix, transform, and build upon the material) the work for any purpose, even commercially with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in JELE (Journal of English Language and Education). Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in JELE (Journal of English Language and Education)
Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).
Â






