Revitalisasi Stasiun Kereta Api Kedundang Di Kulon Progo (Penekanan Desain Pada Pola Sirkulasi Dan Tata Ruang)
DOI:
https://doi.org/10.37631/pendapa.v3i1.105Keywords:
Stasiun Kereta Api Kedundang, Revitalisasi, Pola Sirkulasi dan Tata Ruang,Abstract
Stasiun Kereta Api Kedundang adalah stasiun kereta api kelas kecil yang berfungsi sebagai tempat persilangan kereta api yang dinonaktifkan sejak tahun 2007. Kondisi saat ini mengalami banyak kerusakan akibat tidak terawat sejak penonaktifan tersebut.  Stasiun Kereta Api Kedundang, dewasa ini, direncanakan menjadi sebuah stasiun kereta api yang berfungsi sebagai simpul penghubung dalam rute transportasi kereta api bandara yang menghubungkan Bandara NYIA (New Yogyakarta International Airport) di Kulon Progo dengan Kota Yogyakarta.  Rencana ini dapat diwujudkan dengan  merevitalisasi dan  meningkatkan kelas  Stasiun  Kereta  Api Kedundang menjadi kelas sedang agar sesuai dengan fungsi baru yang direncanakan. Revitalisasi dilakukan untuk menghidupkan kembali Stasiun Kereta Api Kedundang dengan penyesuaian terhadap fungsi baru yang terintegrasi dengan Bandara NYIA. Peningkatan kelas mengacu pada Pedoman Standardisasi Stasiun Kereta Api Indonesia Tahun 2012.  Konsep revitalisasi selanjutnya digunakan sebagai landasan dalam tahap perancangan arsitektur yang menitikberatkan pada dua aspek yaitu pola sirkulasi dan tata ruang.  Penekanan desain pada kedua aspek ini guna menjamin keselamatan, keamanan, kenyamanan dan kelancaran bagi penumpang kereta api. Hasil perancangan merupakan alternatif solusi desain, untuk menjawab permasalahan-permasalahan Stasiun Kereta Api Kedundang.
References
Program Studi Arsitektur SAPPK ITB. 2006. Manual Desain Bangunan Aksesibel.
Disusun dan Diringkas dari Berbagai Sumber oleh SAPPK ITB, Bandung.
Persyaratan Teknis Bangunan Stasiun Kereta Api. 2011. Peraturan Menteri Perhubungan Nomor: PM.29 Tahun 2011. Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, Jakarta.
BPS Kabupaten Kulon Progo. 2017. Statistik Daerah Kabupaten Kulon Progo
BPS Kabupaten Kulon Progo, Kulon Progo.
D.K. Ching, Francis. 2008. Arsitektur Bentuk, Ruang, dan Tatanan. Edisi Ketiga.
Penerbit Erlangga, Yogyakarta.
Dinas Pertanahan dan Tata Ruang Kabupaten Kulon Progo. 2018. Rencana Tata Ruang (RTR) Kawasan Strategis Bandar Udara Tahun 2018-2038. Dinas Pertanahan dan Tata Ruang Kabupaten Kulon Progo, Kulon Progo.
Direktur Jenderal Perhubungan Darat. 1996. Pedoman Teknis Penyelenggaraan Fasilitas Parkir. Departemen Perhubungan Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Jakarta.
Dwiatmoko, Hermanto. 2016. Perencanaan Pembangunan Transportasi Kereta Api. Edisi Pertama. Penerbit Kencana Prenada Media Group, Jakarta.
Jenis, Kelas dan Kegiatan di Stasiun Kereta Api. 2011. Peraturan Menteri Perhubungan Nomor: PM.33 Tahun 2011. Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, Jakarta.
Komite FAL Udara Yogyakarta. 2016. Laporan Rapat Koordinasi Nasional Komite FAL Udara Yogyakarta. FALNAS Kadishub Yogyakarta, Yogyakarta.
New Yogyakarta International Airport (NYIA). 2017. Paparan Tematik NYIA Asisten Ekobang. Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda DIY, Yogyakarta.
Pedoman Standardisasi Stasiun Kereta Api Indonesia. 2012. Keputusan Direksi PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Nomor: Kep.U/LL.104/I/1/KA-2012. PT. Kereta
Downloads
Published
Issue
Section
License
Authors retain copyright and grant the Pendapa Architecture Journal  right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License (CC BY-SA 4.0) that allows others to share (copy and redistribute the material in any medium or format) and adapt (remix, transform, and build upon the material) the work for any purpose, even commercially with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in JELE (Journal of English Language and Education). Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in JELE (Journal of English Language and Education)
Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).
Â






