Kosmologi Rumah Betang (Ompuk Domuk) Dayak Dosan Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat
DOI:
https://doi.org/10.37631/pendapa.v3i1.104Keywords:
Dayak Dosan, Ompuk Domuk, rumah panjang, kosmologiAbstract
Kajian ini bertujuan untuk membantu pelestarian budaya Dayak dalam menghadapi arus modernisasi dan mendorong peningkatan apresiasi masyarakat terhadap arsitektur vernakular Indonesia, khususnya rumah panjang (Ompuk Domuk) Dayak Dosan. Permasalahan yang dikaji adalah kaitan antara aspek fisik arsitektural (tata letak, tata ruang, konstruksi, struktur, dan ornamen) dengan pola hidup, adat, dan pola pikir masyarakatnya yang akan menggambarkan kosmologi suku Dayak Dosan di kampung Kopar, kecamatan Parindu, kabupaten Sanggau, provinsi Kalimantan Barat. Analisa kualitatif digunakan untuk melihat hubungan antara tata letak dan ruang rumah panjang (Ompuk Domuk), dengan konsep dan filosofi nilai-nilai spiritual suku Dayak Dosan. Studi pustaka sebagai digunakan untuk mempelajari pandangan suku Dayak Dosan terhadap ruang dalam skala makro kosmos dan fisik arsitekturnya. Berdasarkan pembahasan yang dilakukan diperoleh kesimpulan bahwa kosmologi masyarakat Dayak Dosan tercermin dari kepercayaannya terhadap matahari sebagai bentuk penghormatan kepada Ake’ Panompa dan mempercayai adanya roh-roh yang bersemayam di lingkungan sekitar mereka. Ompuk Domuk berperan sebagai poros dalam penentuan sistem kewilayahan adat.
References
Dewi, Ni Ketut A. 2003. Wantah Geometri, Simetri dan Religiusitas pada Rumah Tinggal Tradisional di Indonesia. Jurnal Permukiman “Natahâ€, Vol. 1, Pebruari 2003: 29-43.
Djuweng, Stephanus. (ed). 1996. Manusia Dayak: Orang Kecil yang Terperangkap Modernisasi. Institute of Dayakology Research and Development. Pontianak.
Fox, James. J. 2006. Inside Austronesian Houses. ANU E Press. Australia.
Geddes. W. R. 1958. Nine Dayak Nights. Journal of the Polynesian Society: Reviews. Vol. 67, No. 3, p 306-316.
Oliver, Paul. 1987. Dwellings: The House Across the World. Phaidon Press Limited.
Pebriano, V. 2006. Tesis S2 Budaya Bermukim Masyarakat Dayak Dosan di Kalimantan Barat. Mandiri. Bandung.
Praptantya, D. BSE dan Kasniyah, N. 2003. Fungsi dan Makna Pantak bagi Masyarakat Kanayatn. Sosiohumanika, 16B (1). Januari 2003: 79-85.
Rapoport, Amos. 1969. House Form and Culture. PRENTICE-HALL, INC., Englewood Cliffs, New York.
Rapoport, Amos. 1976. Human Aspects of Urban Form: Towards a Man-Environment Approach to Urban Form and Design. Pergamon Press.
Ronald, Arya. (ed). 2008. Kekayaan dan Kelenturan Arsitektur. Muhammadiyah University Press. Surakarta.
Published
Issue
Section
License
Authors retain copyright and grant the Pendapa Architecture Journal  right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License (CC BY-SA 4.0) that allows others to share (copy and redistribute the material in any medium or format) and adapt (remix, transform, and build upon the material) the work for any purpose, even commercially with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in JELE (Journal of English Language and Education). Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in JELE (Journal of English Language and Education)
Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).
Â






