PEMBENTUKAN BUDAYA HIDUP BERSIH DAN PEMANFAATAN SAMPAH SEBAGAI PENGEMBANGAN “KAS SAMPAH†DI PAUD KELURAHAN BABAKAN SURABAYA KOTA BANDUNG
DOI:
https://doi.org/10.37631/psk.v2i1.123Abstract
Kebiasaan mengolah atau memilah sampah tidak serta muncul pada diri seseorang, akan tetapi
diperlukan latihan dan pembiasaan secara kontinyu dalam keseharian warga termasuk diantaranya
adalah warga yang masih berusia balita atau pra SD dengan harapan kebiasaan baik ini akan terbawa
sepanjang hidupnya. Masalah yang dihadapi oleh sekolah yaitu (1) kebiasaan siswa membuang sampah
jajanan dimana saja, sehingga lingkungan sekolah menjadi kotor dan harus dibersihkan berulang kali
oleh petugas kebersihan, dan (2) dikarenakan PAUD yang didirikan bersifat sosial sehingga pihak
sekolah seringkali mengalami kekurangan dana untuk kegiatan operasional sehari-harinya.Solusi yang
ditawarkan oleh tim pengabdian untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah memberikan edukasi
kepada (1) anak didik tentang pentingnya memilah sampah dan manfaat pengelolaan sampah, dan (2)
guru dan kepala sekolah untuk mengelola “KAS SAMPAH†sebagai alternatif untuk menambah uang
kas sekolah.
Hasil dari pengabdian sangat dirasakan oleh siswa, guru, dan kepala sekolah yaitu (1)
lingkungan sekolah menjadi bersih, (2) siswa dapat memilah sampah, dan (3) penghasilan kas sekolah
bertambah. Kesimpulan pengabdian ini adalah (1) siswa dapat diajarkan budaya hidup bersih melalui
cara membuang sampah pada tempatnya dan memilah sampah ketika akan dibuang, serta (2) melalui
“KAS SAMPAH†sekolah mendapatkan tambahan keuangan untuk biaya operasionalnya.
Â
References
Budiman, C. 2006. PengantarKesehatan Lingkungan. Buku Kedokteran EGC: Jakarta.
Purwendro, N.S. 2010. Mengelola Sampah untuk Pupuk dan Peptisida Organik. Penebar
Swadaya: Jakarta.
Sejati, K. 2009, Pengolahan Sampah Terpadu, Kanisius, Yogyakarta.
Soekidjo, N. 2003. Ilmu Kesehatan Masyarakat dan Prinsip –prinsip Dasar. Cipta: Jakarta







