Pembinaan Hadrah dengan Metode Persuasi: Model Pengabdian Masyarakat Berkelanjutan
Abstract
Pembinaan hadrah atau seni musik tradisional berbasis rebana dan pujian kepada Nabi
Muhammad (salawat), memerlukan manajemen pengelolaan yang berkesinambungan. Ketika arena ini
dijadikan sebagai ruang pengabdian masyarakat dalam kerangka Tridharma Perguruan Tinggi, maka
pendekatan persuasi sangat direkomendasikan. Pendekatan ini, dalam kasus pembinaan hadrah Masjid
Baiturachim, Patangpuluhan, Kota Yogyakarta, berprinsip bahwa pembentukan kelompok hadrah
memerlukan waktu yang panjang, dari rencana membuat kelompok atau grup, kebutuhan perangkat musik,
sistem latihan, personil anggota dan pelatih, sampai serta mengelola organisasi. Pola pendekatan gradual
yang dirancang untuk kepentingan jangka panjang. Meskipun terdapat kelemahan dalam bentuk
keterbatasan finansial untuk pembiayaan organisasi, pendekatan persuasi yang mengutamakan diskusi
secara informal dan dialogis, serta manajemen organisasi yang transparan, grup hadrah ini bisa eksis dan
mapan secara organisai.







