Pemanfaatan Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) pada Ekosistem Mangrove Di Baros, Tirtohargo, Kretek, Bantul
DOI:
https://doi.org/10.37631/psk.v1i2.76Abstract
Kegiatan pengabdian ini merupakan tindak lanjut dari analisis situasi yang terjadi di sekitar
pengelolaan hutan mangrove khususnya di wilayah Baros, Tirtohargo, Kretek, Bantul, yang
menunjukkan bahwa pemanfaatan hasil hutan bukan kayu salah satunya berupa wisata hutan
mangrove bisa dikatakan belum sesuai dengan harapan. Salah satu sebabnya adalah ekowisata
hutan mangrove dirasakan tidak menarik karena kurangnya pengetahuan masyarakat dan sentuhan
atau dukungan dari berbagai pihak. Oleh karenanya perlu dilakukan sosialisasi secara terus
menerus kepada masyarakat, melalui berbagai penyebaran informasi, pelatihan, ceramah,
penyuluhan, promosi sehingga akan meningkatkan dan menumbuhkan rasa kepedulian untuk ikut
menjaga dan melestarikan hutan mangrove, serta terjadinya transaksi antara masyarakat di
sekitarnya dengan pengunjung sehingga dapat meningkatkan ekonomi masyarakat. Metode yang
digunakan adalah metode ceramah dan dialog partisipatif. Upaya pengembangan program dan
kegiatan pengembangan ekowisata hutan mangrove merupakan peluang untuk dikembangkan
sebagai objek dan daya tarik. Selain itu lahan mangrove bisa dimanfaatkan untuk budidaya semi
alami komoditas yang memiliki habitat mangrove seperti kepiting bakau atau kerang bakau tanpa
harus mengubah ekosistem mangrove; sementara komoditas lainnya seperti ikan dan udang
memerlukan genangan air yang harus mengubah sebagaian lahan mangrove menjadi tambak.
References
Anwar, J., S.J. Damanik, N. Hisyam,
dan A. Whitten. 1984.
Ekologi Ekosistem Sumatra.
Gadjah Mada Univ. Press.
Yogyakarta.
Cecep Kusmana. 2002 . Ekologi
Mangrove. Fakultas
Kehutanan Institut Pertanian
Bogor,
Departemen Kehutanan.1996.
Hambatan & Gangguan
Pengelolaan Hutan
Mangrove di Indonesia.
Lokakarya Strategi Nasional
Pengelolaan Hutan Mangrove
di Indonesia.
Direktorat Sumber Daya alam dan
Teknologi Tepat Guna
Pedesaan Direktorat Jenderal
Pemberdayaan Masyarakat
dan Desa Kementerian Dalam
Negeri. 2012. Petunjuk
Teknis Pengelolaan Dana
Bantuan Langsung
Masyarakat (BLM)
Pengelolaan Hutan
Mangrove Berbasis
Pemberdayaan Masyarakat.
Giesen, dkk, - , A Field Guide of
Indonesian Mangrove , Bogor
: Wetlands International-
Indonesian Programme.
Hachinoe, dkk, 1998, Manual
Persemaian Mangrove – di
Bali , Denpasar : PT.
Indografika Utama
Kitamura, dkk , 1997 , Handbook of
Mangrove in Indonesia – Bali
& Lombok , - : ISME &
JICA
Kusmana, dkk, 2003, Teknik
Rehabilitasi Mangrove,
Bogor: Fakultas Kehutanan
Institut Pertanian Bogor
Noor, Y.R., M. Khazali, dan I.N.N.
Suryadiputra,1999, Panduan
Pengenalan Mangrove di
Indonesia. PKA/WI-IP.
Bogor.
Nyoman S. Pendit, 2002, Ilmu
Pariwisata Sebuah Pengantar
Perdana. Jakarta: Pradnya
Paramita.
Spalding, Mark; Kainuma, Mami and
Collins, Lorna (2010) World
Atlas of Mangroves
Earthscan, London, 60 maps
showing world-wide
mangrove distribution
Sumintarsih, 2011, “Relasi Sosial
Ekonomi Petani Hutan
Klanggon dalam Menuju
Kemandirian†dalam
Patrawidya seri Penerbitan
Penelitian Sejarah dan
Budaya. Yogyakarta:
BPSNT, Desember.
Tomlinson, 1986 , The Botany of
Mangrove , New York :
Cambridge University Press







