Pemanfaatan Mikrobia Pengurai dan Probiotik dalam Budidaya Ikan Gurame di Desa Trimulyo Kabupaten Bantul
DOI:
https://doi.org/10.37631/psk.v2i1.122Abstract
Dalam melakukan budidaya ikan gurame, petani membentuk kelompok tani
budidaya ikan gurame sebagai organisasi induk mereka sehingga memudahkan
mereka dalam pegelolaan ikan, pakan, kebutuhan air, sarana dan prasarana budidaya
ikan. Akan tetapi pada kenyataannya petani masih banyak mengalami kendala dalam
melakukan budidaya ikan gurame, yaitu kualitas air kolam menurun yang disebabkan
kadar amoniaknya tinggi, sehingga pH air kolam rendah, mudah ditumbuhi jamur,
dan tingkat kematian ikan cukup tinggi, serta lambatnya pertumbuhan ikan gurame
karena nafsu makan ikan gurame kurang.
Metode pelaksanaan dalam memecahkan permasalahan yang dihadapi oleh
kelompok tani ikan gurame adalah secara klasikal dan praktek. Berdasarkan hasil
evaluasi menunjukkan bahwa kemampuan petani ikan dalam teknis budidaya ikan
gurame mengalami peningkatan, animo untuk mengaplikasikan pemanfaatanÂ
mikrobia pengurai dalam budidaya ikan gurame cukup tinggi, jiwa wirausaha para
anggota kelompok tani mengalami peningkatan, dan mampu melakukan inovasi
dalam teknologi budidaya ikan.
Â
References
Hartini Sri, Dwi Sasanti Ade, Ferdinand Hukama Taqwa, 2013, Kualitas Air,
Kelangsungan Hidup Dan Pertumbuhan Benih Ikan Gabus (Channa
Striata) Yang Dipelihara Dalam Media Dengan Penambahan Probiotik,
Jurnal Akuakultur Rawa Indonesia ISSN : 2303-2960, Palembang.
Santosa. B, 1999, Budidaya Ikan Nila Hitam, Kanisius, Yogyakarta.
Suryana, 2003, Kewirausahaan, Salemba Empat, Jakarta.
Widayat. W, Suprihatin dan Herlambang. A, 2010, Penyisihan Amoniak Dalam
Upaya Meningkatkan Kualitas Air Baku Pdam-Ipa Bojong Renged Dengan
Proses Biofiltrasi Menggunakan Media Plastik Tipe Sarang Tawon, JAI
Vol 6. No. 1. Bogor.







